aNomali

By at 8 May, 2007, 08:25

Aku tak butuh pahammu dan uluran orang lain
Ku hanya melihat dipucuk jingga… duniaku sekarat !!!

Pergilah kau bersama topeng-topeng fatamorgana,
penuh ludah-ludah bernyawa

Ps: thx untukmu yg memunculkan ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Categories : Poem

Comments
oriza May 8, 2007

udah tau liat duniamu sekarat tetapi kenapa kau tidak berusaha membenarkan atau memberinya nyawa sekali lagi setidaknya harapan meskipun dari orang lain…
yah aku gak tau deh ngomong apa…
hehehehe lagi buntu

Ad 1 February 16, 2009

Kamu tau.
Secarik kertas dan secuil ide tentang mencintai orang lain di otakmu adalah sebuah awal pengkhianatan yang meraja di hatimu apabila kau tengah menjalin hubungan rasa dan komitmen dengan lawan jenismu. Dan kau tau sepercik ludah yang menempel di bibir itu adalah secawan racun yang berasa nikmat kau tenggak dan semanis buah yang ditawarkan Hawa kepada Adam atas pemberian si Ular.
Ide dari pengkhianatan rasa adalah otak yang mulai bicara ngawur pada nurani yang ada di lubuk hatimu. End story.
Hehehe..
Sori kalo rada ngawur Mbing.
Mending nulis daripada misuh-misuh dan seneng dipisuhi dijalan.

kakisemut February 16, 2009

@AD 1

Kau tak sendiri
masih banyak kertas berserakan diskitarku

dari kertas nota smpai kertas laporan kerja 😀

Leave a comment