Ini perangku

By at 26 July, 2007, 18:54

Jam 2 Malam.

“Woe…heh…bangun… Bangun !! Bangun Manusia !!!” Mataku terbelalak.. terbuka semua ragaku. Sesaat terlelap tidur setelah 2 malam bergulat mencari tambahan kepengan dengan menjual suaraku untuk memuaskan lapar di kota yang penuh anjing-anjing penghisap bumi.

Walau didalam kamarku lampu mati sejak pagi, masih bisa kulihat dari pantulan sinar melewati kisi-kisi kamar siapa yg mengoyang-goyang tubuh sayuku. “Oh hitam..” kataku dalam hati.

“Ada apa hingga kau mengganggu tidurku?” tanyaku kepada hitam. “Aku ingin bercerita kepadamu hei manusia”, “dengarkan ratapan dari hatiku ini” pintanya.

Aku mulai berpindah posisi dengan bersandaran ditembok kamar, kuambil bantal tidurku untuk mengganjal punggungku. Sudah beberapa hari ini pesakitanku muncul diantara tulang-tulang perut dan punggungku. “Silahkanlah kau bercerita” kataku kepadanya. “Semoga bukan cerita-cerita yang sama” pikirku dalam hati.

“Kau tahu putih, kekasih hatiku khan?” tanyanya sambil terus bercerita tanpa memperdulikan jawabanku. “Barusan saja beberapa jam yang lalu memutuskan meninggalkan aku”, “dia telah mengatakan tidak mau lagi denganku karena aku begitu hitam, egois dan hanya sayang dengan kaumku yang hitam juga, hingga mau kesana-kemari hanya untuk berkumpul dan tertawa setiap akhir pekan”.

Aku hanya senyum saja mendengarnya sambil memicingkan mataku supaya tidak ngantuk lagi. Dengan gerakan memukul-mukul kepalaku, aku sempat melihat pantulan sinar dari air yang keluar dari ujung matanya.

Jantungku berhenti berdetak sesaat dan tersenyum kecut melihat itu.

2 HARI SESUDAHNYA.

Aku masih melihat hitam tertawa-tertawa diantara kaum hitamnya. Kadang-kadang dia bercerita lucu kepadaku. Walau kadang kala tertutup muka hitamnya kulihat rona merah saat dia tertawa bahagia dihadapanku.

Aku menemukan tulisan kecil dibaju putih yang aku jemur, inilah tulisannya :

tak ada siapapun
hanya ada sedikit kenangan
yang membuatku tak dapat berpikir tenang
.

Ada tanda lingkaran hitam dari bekas tangan sihitam.

——– to be continued ————-

Ps : tidurlah sayang tidurlah… maaf aku tidak bisa menjadi bagianmu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Categories : Cerita