Tuhan, Aku Lelah

By at 24 September, 2010, 03:45

Aku Lelah Tuhan

Terkadang aku menjadi begitu lelah, terutama dalam menata hati. Ada banyak bagian yang begitu susah kumengerti, entah bagaimana Tuhan menjadikannya hingga begitu rumit untuk kupahami.

Bukan hanya perasaan cinta yang harus kutahan agar tak menggebu, atau perasaan sedih yang harus ku urai agar tak menyepi aku dalam lubang hitam pekat tak bermassa. Banyak hal yang masih tak kumengerti tentang rasa, tentang emosi, dan tentang jiwa. Waktu dua puluh tahun belum cukup bagiku memetakan sifat-sifat dasar manusia.

Lelah, aku begitu lelah. Ingin berbaring sejenak untuk melepas penat, namun rasanya akan sangat sulit. Berbaring hibernasi puluhan abad pun tetap tak akan mampu mengangkat rasa letih ini. Rasa yang begitu membuatku menghela nafas panjang. Aku capek!

Tuhan, aku lelah. Aku merasa Engkau mengerti, namun mengapa terus menunda mencabut akar jiwa ini? Tugas apalagi yang belum tuntas?

Aku bukan nabi-Mu, aku juga bukan rasul-Mu, dan aku bukan pula iblis-Mu yang kau tugaskan menggoda manusia. Tak ada tugasku untuk menggiring manusia kepada kehendak-Mu, dan engkau juga tak pula menjadikan aku iblis agar menyesatkan manusia. Jika memang demikian, mengapa terlalu lama engkau memberi aku tempat di dunia?

Apa statusku? Tuhan, sungguh aku kelelahan.

Engkau tahu kan, kadang sikapku seperti malaikat. Namun tak jarang aku menunjukkan wajah iblis dan setan-setan yang Kau kutuk itu. Aku berikan efek dualisme kepada manusia agar mereka mengerti, apapun wajahku adalah tetap aku. Agar mereka mengerti bahwa pemilik segala kegelapan dan cahaya terang benderang adalah Engkau. Agar mereka mengerti, butuh cahaya untuk berjalan dalam jalan gelap menuju-Mu.

Tuhan, aku merasa Engkau terlalu banyak diam terutama terhadapku. Marahkah Engkau? Tidak inginkah Engkau menjadikan aku seperti dahulu, kita saling tertawa saling curhat-curhatan.

Aku curhat tentang masalahku dan Engkau tentang tugas-Mu. Kau selalu membimbingku selaku layaknya guru, hingga hidup pun terdiam tak memiliki ruang untuk cemburu. Aku menyebut nama-Mu seribu kali dan Engkau pun bernyanyi dengan namaku sejuta kali. Sungguh indah, namun itu dulu.

Aku tak mengerti, sejak kapan Engkau mulai diam terhadapku.

Tuhan, sumpah aku teramat lelah.

Berbicaralah, jangan terus diam. Berikan aku petunjuk atau hatiku telah terlalu hitam hingga suara-Mu yang keras mengguntur sama sekali tak kudengarkan?! Atau sudah terlalu tulikah aku?

Tak Engkau gubris air mataku yang terus mengucur dimalam-malamku? Namun terhadap manusia aku tetap tertawa, tersenyum seolah tak ada yang terluka. Padahal sejatinya aku sedang sekarat dan jiwaku yang kehausan amat begitu letih. Menunggu mati.

Tuhan, Engkau tahu apa yang paling kutakutkan? Jika aku bertemu dengan-Mu tanpa perasaan cinta. Aku takut jika aku bertemu dengan-Mu kelak yang ada hanyalah perasaan takut. Sungguh jangan seperti itu. Berikan aku rasa cinta kepada-Mu lebih luas dari dunia dan segala isinya. Agar tak letih aku menunggu kapan Engkau cabut akar jiwa ini.

Tuhan, aku ingin mencium-Mu untuk yang kesekian kali. Sungguh rindu ini memuncak, memberi rasa letih dan harapan cemas, kapan kita akan saling bercinta.

Tuhan, aku menunggu… dalam letih.

Tuhan, jangan terlalu lama. Sungguh aku teramat lelah.

Dari baiquni.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Categories : Poem | Sastra

Comments
Muhammad Baiquni September 25, 2010

Terima kasih sekali mas sudah mau memasukkan isi tulisan saya di blog mas :)

*jadi terharu*

Salam kenal ya mas ^^

kakisemut September 25, 2010

terima kasih juga,
ijin tampilkan tulisannya disini

awalnya pingin corat-coret tema yg sama, kebanyakan main malah ga dpt ide 😀

Agee October 1, 2010

Like it.. a lot..

kakisemut October 1, 2010

@agee
thanks commentnya, hasil copy dari web lain
berbagi kata aja kepada dunia

riyanti November 9, 2010

mewakili perasaan q saat ini ini tulisan……..

kakisemut November 10, 2010

@riyanti
makasih commentnya
jangan takut, Tuhan masih disamping kita
walau kita ngeluh, sedih atau susah

tetap semangat menghadapi semuanya 😀

* jika anda suka tulisan2 diblog ini, share lewat FB atau Twitter anda

cedric sucimot June 10, 2011

love it…….begitu menyentuh, begitu aku….

kakisemut June 16, 2011

@cedric :
jangan terlalu dirasakan, cerita ini sebaiknya menjadi semangat untuk berbuat lebih baik

Manyundd October 24, 2013

menyentuh banget :/

Ijin copast 😀

edy November 8, 2016

ijin copas mas

Sefiana February 15, 2017

Seperti yang aku alami …. hidup dalam kelelahan

kakisemut April 5, 2017

tetap semangat mba.. dijalani perhari dengan semangat

Leave a comment