Tuhan, boleh aku murka?

By at 10 January, 2011, 18:00

Bicarakan Tanganmu Kepadaku

Semua ada, tapi untukku? hanya kertas kosong berdebu. Segalanya belum tentu sampai kepadaku. Bising kosong tanpa jeda waktu. Sekalipun ada, tidak akan buatku. Aku nomor berapa? untuk mendapatkan giliran maju. Seakan aku tiada, menunggu kain waktu beralih padaku. Mati, jangan dulu. Aku belum puas menebak tebakanmu Tuhan. Sambungkan pintu ke tujuanku. Rindu pun seakan mengalir ragu. Untukmu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Categories : Poem | Puisi | Sastra