Cerita
Sengketa
By kakisemut at 14 August, 2010, 03:48
Ketika mataku terbuka dan kuhirup udara segar yang memenuhi rongga dadaku, aku tak sepenuhnya menyadari jika pagi yang kutemui kali ini adalah pagi yang tak biasa. Pagi yang lain dan berbeda dari sebelumnya. Entah apa yang kemudian akan terjadi. Segalanya jadi misteri yang sulit dibuka. Seperti warna udara yang sulit diterka. Seolah segalanya jadi gelap [...]
Read More >>Boneka
By kakisemut at 11 August, 2010, 04:29
Hari ketujuh setelah kematian Riri, putriku. Dan, beginilah pekerjaanku setiap petang. Menutup jendela kamar Riri dan menutup pintunya rapat-rapat. Lalu aku menuju beranda. Di luar rumah bulan purnama telah menyembul di langit malam. Baris-baris cahaya samar-samar terpantul di lantai beranda rumah kami. Istriku sedang duduk termenung di kursi teras, sambil memeluk boneka kesayangan Riri. Begitulah [...]
Read More >>Sesungguhnya Dia Sangat Cemas
By kakisemut at 5 August, 2010, 04:31
Meski malam telah sempurna, perempuan itu masih saja termenung di mulut pintu. Ia tak bisa tidur. Kebimbangannya menggunung. Adik-adiknya telah sedari tadi dibekap mimpi. Pikirannya berlari-lari, berputar-putar, sampai akhirnya bermuara pada seorang lelaki yang sehabis magrib tadi turun melaut bersama beberapa kawan. Apakah ia akan pulang dengan selamat? Pertanyaan itu seolah mengabaikan kelakuan alam yang [...]
Read More >>Saya di Mata Sebagian Orang
By kakisemut at 29 July, 2010, 05:02
Sebagian orang menganggap saya munafik. Sebagian lagi menganggap saya pembual. Sebagian lagi menganggap saya sok gagah. Sebagian lagi menganggap saya sakit jiwa. Sebagian lagi menganggap saya murahan! Padahal saya tidak pernah merasa munafik. Tidak pernah merasa membual. Tidak pernah merasa sok gagah. Tidak pernah merasa sakit jiwa. Tidak pernah merasa murahan! Dan apa yang saya [...]
Read More >>Ranggalawe Gugur
By kakisemut at 24 July, 2010, 04:26
Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridlaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu atas debu dan duka maha tuan bertakhta Di atas panggung, beberapa kotak yang disembunyikan begitu saja di balik kain hitam, Ranggalawe gugur. Tujuh bidadari tua mengelilingi tubuhnya yang tegak berdiri—bahkan kematian tak mampu merubuhkannya. Mereka melempari tubuh yang mematung itu dengan bunga. [...]
Read More >>










