Cerita
Aku, Ikan yang Berenang
By admin at 26 September, 2010, 10:03
Aku merasa kau menggamit tanganku ketika ombak ketiga menggulung kita. Waktu itu samar-samar kulihat kilau perahu terbalik di arah matahari. Tetapi semuanya sudah jauh sekali dari jangkauan. Karena itu, sudahlah, aku memilih jadi bagian dari laut. Kulepaskan gamitan tanganmu, dan aku meluncur ke dasar serupa terumbu. Kelak jika kau ke laut dan bertemu dengan ikan-ikan […]
Read More >>Rumah Idaman
By admin at 15 September, 2010, 04:59
Sebelum pulang, Ijui sudah memutuskan untuk tidak lagi meninggalkan kampung dan anak-anaknya. Delapan tahun, betapa waktu rasanya amat cepat untuk dihitung dari belakang. Ia ingat seluruh peristiwa yang menyeretnya pergi ke negeri orang. Ia menolak ketika Suman, suaminya, berkeinginan menikah lagi. Pekerjaannya sebagai penjual ikan yang bolak-balik dari kampung ke ibu kota provinsi mengenalkannya pada seorang […]
Read More >>Wulan dan Suaminya
By admin at 6 September, 2010, 06:07
Sejak Wulan tinggal di rumah sebelah, sebetulnya, saya tak suka perempuan itu. Betapa tidak, apabila bertandang ke rumah, ia selalu mengatakan jika dirinya tidak ikut bekerja mereka pasti tidak mungkin membeli rumah. Menurut penuturannya, suaminya tak pernah mau ketika ia mengusulkan agar membeli rumah. Alasannya penghasilan Suharjono tak cukup untuk membayar angsuran. “Tapi, nyatanya sampai […]
Read More >>100 Tahun Lalu, Kini dan Nanti, dan Cerita 100 Kata Lainnya
By admin at 4 September, 2010, 03:59
100 Tahun Lalu, Kini dan Nanti Seandainya cerita ini Anda baca di tahun 2010, maka usiaku saat ini adalah 100 tahun. Karena aku terlahir dan memulai hidupku pada 1910. Seandainya Anda membaca cerita ini di tahun 2110, maka hidupku baru dimulai hari ini di tahun 2010. Aku telah banyak melihat sejarah, baik yang lurus selurus […]
Read More >>Erotomania
By admin at 1 September, 2010, 01:32
Mungkin aku memang gila, tetapi aku tahu ia mencintaiku, sebagaimana ia seakan ingin terus melirikku pada setiap pertemuan kami di tempat umum. Mungkin aku yang tak tahu diri, menerobos keramaian, menggapai tangannya, lalu berkata, “Bu, jangan cemas, sebenarnya aku juga mencintaimu.” Lalu sebuah tamparan manis yang kuterima. Lucu, bukan? Sungguh lucu kalau kau ditampar oleh […]
Read More >>








