Poem

Nasib Perahu

By at 9 May, 2014, 11:54

Keinginanku seperti bujukan yang tersurat dalam kertas kayu ini Berkelana jauh kau pun mau.. menggariskan perintah Aku di dalam belaian impian, ikuti awalan Terjalin batu-batu pijakan Hari ini seperti kemarin, peluh kabut celotehan Ketidakpuasan hasil pembagian Pokoknya aku mau maju.. maju serahkan kepala nasib Nanti akan terlihat, pecahan perahu Siapa paling belakang?

Read More >>

SAJAK SUARA

By at 17 August, 2013, 20:23

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diamaku siapkan untukmu: pemberontakan! sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika […]

Read More >>

PERINGATAN

By at 14 August, 2013, 11:25

Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gawat Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah Kebenaran pasti terancam Apabila usul ditolak tanpa ditimbang Suara dibungkam kritik dilarang […]

Read More >>

Akhiri masa ikatan

By at 12 December, 2011, 22:04

aku berdansa akan surga Tetaplah menyapa Batin raga, sayu dimata Disini saja, tanpa asa Satu setengah bertapa Kemasan tanpa jiwa Melihat pagi cepatlah senja Akhiri masa ikatan

Read More >>

Penuh awal, larut malam

By at 27 October, 2011, 01:10

  Aku perduli Untuk menaruh sekantung genggam Kepedulian Penuh awal, larut malam Berusaha menutup mulut Di ingatkan Memory di bawah bayang Tertambat tulisan

Read More >>