Ikan

By kakisemut at 18 June, 2010, 10:14

Ia ikan yang terbang. Ia burung yang berenang. Dan saya, adalah saksi yang melihat semua itu dengan mata telanjang. Ia menatap saya dengan pancaran mata riang. Syahdu meliputi butir-butir hujan yang jatuh menimpa tubuh kami yang diam-diam menggelinjang. Sembunyi-sembunyi, kami menikmati denyar-denyar di lautan perasaan paling dalam. Sementara kilat mencabik-cabik langit hingga berupa potongan-potongan gambar [...]

Read More >>

Air

By kakisemut at 14 June, 2010, 05:06

Air putih kental itu saya terima di dalam tubuh saya. Mengalir deras sepanjang rongga vagina hingga lengket, liat sudah di indung telur yang tengah terjaga. Menerima. Membuahinya. Ada perubahan di tubuh saya selanjutnya. Rasa mual merajalela. Pun mulai membukit perut saya. Ketika saya ke dokter kandungan untuk memeriksakannya, sudah satu bulan setengah usia janinnya. Akan [...]

Read More >>

Si Bunian

By kakisemut at 13 June, 2010, 06:28

Gemuruh suara tambur diselingi suara genderang kecil atau kami sebut tasa yang bersuara menusuk telinga, menggambarkan bagaimana meriahnya pesta. Suara itu kadang seperti berasal dari arah utara, dari kaki Gunung Gadang, selanjutnya seperti berasal dari arah barat laut, dari Gunung Tigo. Kemudian suara tambur dan tasa terasa sangat dekat, dari Bukit Salasiah, Ujuang Gunuang, Sungai [...]

Read More >>

Lelaki yang Terperangkap dalam Prangko

By kakisemut at 4 June, 2010, 09:34

Dengan perasaan yang tak karu-karuan, dan sikap berhati-hati, sambil duduk bersila di lantai, Balwadi menjepit sebuah prangko yang ditemukannya dalam kotak surat milik almarhum kakeknya. Menggunakan pincet yang terbuat dari logam tahan karat, ia menilik-nilik prangko dalam jepitan itu. Sungguh menyesal, karena ia tak membekali dirinya dengan sebuah kaca pembesar. Matanya menyipit menatap lekat prangko [...]

Read More >>

Di Kaki Hariara Dua Puluh Tahun Kemudian

By kakisemut at 1 June, 2010, 18:35

Sudah enam puluh tahun hariara itu tegak di pekarangan belakang sekolah itu. Walau usia sudah mengelupas kulit batangnya, namun dia tetaplah yang paling menjulang di antara pepohonan yang ada di sekeliling. Di ujung akarnya yang menjentang di permukaan tanah, dengan bersila beralaskan tikar pandan, duduklah Kartika Suryani sejak beberapa saat yang lalu. Mantan guru itu [...]

Read More >>