Maaf
By admin at 17 October, 2010, 05:02
Pada hari raya Idul Fitri muncul tamu yang tak dikenal di rumahku. Aku pura-pura saja akrab, lalu menerimanya dengan ramah tamah. Terjadi percakapan. Mula-mula sangat seret, sebab aku sangat berhati-hati jangan sampai kedokku terbuka. Di samping itu, diam-diam aku berusaha keras untuk membongkar seluruh kenangan. Setiap bongkah aku bolak-balik, mencoba menyibak, siapa kira-kira dia, tetapi […]
Read More >>Aku, Ikan yang Berenang
By admin at 26 September, 2010, 10:03
Aku merasa kau menggamit tanganku ketika ombak ketiga menggulung kita. Waktu itu samar-samar kulihat kilau perahu terbalik di arah matahari. Tetapi semuanya sudah jauh sekali dari jangkauan. Karena itu, sudahlah, aku memilih jadi bagian dari laut. Kulepaskan gamitan tanganmu, dan aku meluncur ke dasar serupa terumbu. Kelak jika kau ke laut dan bertemu dengan ikan-ikan […]
Read More >>Rumah Idaman
By admin at 15 September, 2010, 04:59
Sebelum pulang, Ijui sudah memutuskan untuk tidak lagi meninggalkan kampung dan anak-anaknya. Delapan tahun, betapa waktu rasanya amat cepat untuk dihitung dari belakang. Ia ingat seluruh peristiwa yang menyeretnya pergi ke negeri orang. Ia menolak ketika Suman, suaminya, berkeinginan menikah lagi. Pekerjaannya sebagai penjual ikan yang bolak-balik dari kampung ke ibu kota provinsi mengenalkannya pada seorang […]
Read More >>100 Tahun Lalu, Kini dan Nanti, dan Cerita 100 Kata Lainnya
By admin at 4 September, 2010, 03:59
100 Tahun Lalu, Kini dan Nanti Seandainya cerita ini Anda baca di tahun 2010, maka usiaku saat ini adalah 100 tahun. Karena aku terlahir dan memulai hidupku pada 1910. Seandainya Anda membaca cerita ini di tahun 2110, maka hidupku baru dimulai hari ini di tahun 2010. Aku telah banyak melihat sejarah, baik yang lurus selurus […]
Read More >>Erotomania
By admin at 1 September, 2010, 01:32
Mungkin aku memang gila, tetapi aku tahu ia mencintaiku, sebagaimana ia seakan ingin terus melirikku pada setiap pertemuan kami di tempat umum. Mungkin aku yang tak tahu diri, menerobos keramaian, menggapai tangannya, lalu berkata, “Bu, jangan cemas, sebenarnya aku juga mencintaimu.” Lalu sebuah tamparan manis yang kuterima. Lucu, bukan? Sungguh lucu kalau kau ditampar oleh […]
Read More >>








