{"id":100,"date":"2008-01-09T15:59:33","date_gmt":"2008-01-09T08:59:33","guid":{"rendered":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/?p=100"},"modified":"2010-06-16T10:23:24","modified_gmt":"2010-06-16T03:23:24","slug":"film-mereka-bilang-saya-monyet","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/2008\/01\/film-mereka-bilang-saya-monyet\/","title":{"rendered":"Film Mereka Bilang, Saya monyet"},"content":{"rendered":"<p><a title=\"Film Mereka Bilang, Saya Monyet\" rel=\"attachment wp-att-102\" href=\"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/2008\/01\/film-mereka-bilang-saya-monyet\/film-mereka-bilang-saya-monyet\/\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2008\/01\/djenar_movie.jpg\" alt=\"Film Mereka Bilang, Saya Monyet\" \/><\/a><\/p>\n<p>Debut perdana <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Djenar_Maesa_Ayu\">Djenar Maesa Ayu<\/a> sebagai sutradara film ditandai dengan mimimnya budget yang ada. Namun hal tersebut tidak mengurangi keoptimisan Djenar Maesa Ayu untuk kesuksesan filmnya kali ini.<\/p>\n<p>\u201cSaya bekerja dengan tim yang sangat sempurna, hingga segala kekurangan yang ada bisa ditutupi dengan rasa saling membantu dan toleransi yang tinggi,\u201d ungkap Djenar Maesa Ayu, yang ditemui pada press conference Film \u201cMereka Bilang, Saya Monyet\u201d pada Rabu (28\/11) sore, di Atrium Plaza Senayan, Jakarta. Minimnya budget yang ada, diakui Djenar lebih disebabkan oleh jarangnya investor yang mau mendanai filmnya.\u201dTidak bisa disalahkan, karena investor itu mau menginvestasikan uangnya untuk sesuatu yang menurut mereka akan menguntungkan,\u201d tambah Djenar.  <!--more--><\/p>\n<p>Lebih lanjut Djenar juga mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan selera penonton film Indonesia yang masih terpaku pada satu jenis genre film, namun hal itu masih bisa dirubah, dan dirinya berharap filmnya ini bisa membawa perubahan pada selera penonton, sehingga perfilman Indonesia menjadi lebih kaya dan menjadi lebih berekembang.<\/p>\n<p>\u201c<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mereka_Bilang%2C_Saya_Monyet%21\">Mereka Bilang, Saya Monyet<\/a>\u201d adalah sebuah film yang diadaptasi dari kumpulan cerpen milik Djenar Maesa Ayu, yaitu Lintah, dan Melukis Jendela. Ceritanya sendiri dilatar belakangi oleh tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, yang sedari dulu mewarnai kehidupan kita sehari-hari.<\/p>\n<p>Film ini didukung oleh banyaknya sineas yang secara sukarela ikut membantu. Diakui, mereka bermain dalam film ini, karena tertarik dengan cerita yang ditampilkan oleh Djenar Maesa Ayu, selain itu mereka juga mempunyai visi dan misi yang sama terhadap sebuah karya film. Para sineas yang ikut terlibat dalam film produksi Intimasi Production ini antara lain Titi Sjuman, Henidar Amroe, Ray Sahetapy, Bucek Deep, Agust Melasz, Jajang C. Noer, <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Arswendo_Atmowiloto\">Arswendo Atmowiloto<\/a>, Indra Herlambang, Joko Anwar, Ayu Dewi, Fairuz Faisal Mario Lawalata, Nadya Rompies dan Banyu Bening.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Debut perdana Djenar Maesa Ayu sebagai sutradara film ditandai dengan mimimnya budget yang ada. Namun hal tersebut tidak mengurangi keoptimisan Djenar Maesa Ayu untuk kesuksesan filmnya kali ini. \u201cSaya bekerja dengan tim yang sangat sempurna, hingga segala kekurangan yang ada bisa ditutupi dengan rasa saling membantu dan toleransi yang tinggi,\u201d ungkap Djenar Maesa Ayu, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[78,10,9],"tags":[16,63,42,9],"class_list":["post-100","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-djenar-maesa","category-movie","category-sastra","tag-budiarto","tag-djenar-maesa-ayu","tag-kakisemut","tag-sastra"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":566,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100\/revisions\/566"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}