{"id":593,"date":"2010-08-03T05:16:41","date_gmt":"2010-08-02T22:16:41","guid":{"rendered":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/?p=593"},"modified":"2010-08-02T09:26:12","modified_gmt":"2010-08-02T02:26:12","slug":"cinta","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/2010\/08\/cinta\/","title":{"rendered":"Cinta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/donydw.files.wordpress.com\/2007\/09\/love.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" title=\"Love\" src=\"http:\/\/donydw.files.wordpress.com\/2007\/09\/love.jpg\" alt=\"Love By. Budiarto.Org\" width=\"360\" height=\"247\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">AKU bicara perihal Cinta ????\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,<br \/>\nWalau jalannya sukar dan curam.<br \/>\nDan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.<br \/>\nWalau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.<br \/>\nDan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.<br \/>\nWalau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.<br \/>\nKarena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia<br \/>\nkan menyalibmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.<br \/>\nDemikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.<br \/>\nLaksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.<br \/>\nDia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.<br \/>\nDia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.<br \/>\nDia merembas engkau hingga kau menjadi liar;<br \/>\nDan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.<br \/>\nCinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pabila kau mencintai kau takkan berkata, \u201cTuhan ada di dalam hatiku,\u201d tapi sebaliknya, \u201cAku berada di dalam hati Tuhan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.<br \/>\nMerasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;<br \/>\nDan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.<br \/>\nTerjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>By. Kahlil Gibran<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKU bicara perihal Cinta ????\u2026 Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar dan curam. Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13,4,9],"tags":[16,13,42,4,62,54],"class_list":["post-593","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kahlil-gibran","category-poem","category-sastra","tag-budiarto","tag-kahlil-gibran","tag-kakisemut","tag-poem","tag-poetry","tag-puisi"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/593","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=593"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/593\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":597,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/593\/revisions\/597"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.budiarto.org\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}