Cerpen

Sebuah Senyum

By at 22 August, 2010, 04:38

Setiap berangkat atau pulang bekerja, Syarif pasti melihat lelaki muda itu penuh semangat menyapu jalan. Sapu lidi bertangkai bambu panjang dan seragam kuning-kuning yang mulai kumal selalu jadi pemandangan pada sosok itu. Gerakannya membuang sampah yang kerap menyebarkan bibit penyakit tak pernah berubah. Cepat. Tangkas dan bergairah tinggi. Bila hari Minggu seperti ini, sejak pukul […]

Read More >>

Dilarang Bicara Dengan Orang Penting

By at 17 August, 2010, 02:29

Gara-gara dianggap menyemburkan serapahan pada mobil mewah yang nyaris menyerempetnya, Jarot dibetot, lalu digeret ke Polsek yang dulu bangunannya hanya sepetak tanah dan kini telah menjadi penuh romantis, tiga lantai dengan halaman yang bisa menampung dua puluh kendaraan roda empat. Setiap lantainya pun ber-AC. Menyenangkan bekerja di sini, desis Jarot ketika tubuhnya didorong masuk ke […]

Read More >>

Sengketa

By at 14 August, 2010, 03:48

Ketika mataku terbuka dan kuhirup udara segar yang memenuhi rongga dadaku, aku tak sepenuhnya menyadari jika pagi yang kutemui kali ini adalah pagi yang tak biasa. Pagi yang lain dan berbeda dari sebelumnya. Entah apa yang kemudian akan terjadi. Segalanya jadi misteri yang sulit dibuka. Seperti warna udara yang sulit diterka. Seolah segalanya jadi gelap […]

Read More >>

Boneka

By at 11 August, 2010, 04:29

Hari ketujuh setelah kematian Riri, putriku. Dan, beginilah pekerjaanku setiap petang. Menutup jendela kamar Riri dan menutup pintunya rapat-rapat. Lalu aku menuju beranda. Di luar rumah bulan purnama telah menyembul di langit malam. Baris-baris cahaya samar-samar terpantul di lantai beranda rumah kami. Istriku sedang duduk termenung di kursi teras, sambil memeluk boneka kesayangan Riri. Begitulah […]

Read More >>

Sesungguhnya Dia Sangat Cemas

By at 5 August, 2010, 04:31

Meski malam telah sempurna, perempuan itu masih saja termenung di mulut pintu. Ia tak bisa tidur. Kebimbangannya menggunung. Adik-adiknya telah sedari tadi dibekap mimpi. Pikirannya berlari-lari, berputar-putar, sampai akhirnya bermuara pada seorang lelaki yang sehabis magrib tadi turun melaut bersama beberapa kawan. Apakah ia akan pulang dengan selamat? Pertanyaan itu seolah mengabaikan kelakuan alam yang […]

Read More >>