Pohon Jejawi

By at 16 February, 2011, 09:02

Jangan buka peta Surabaya hari ini, tapi, bukalah peta Surabaya pada akhir tahun 1920-an, atau paling muda awal tahun 1930-an, ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Waktu itu, jalan dan kampung bernama ”kedung” tidak sebanyak sekarang. Hanya ada satu pada waktu itu, yaitu Kedung Gang Buntu. Seolah-olah jatuh dari langit biru, tiba-tiba saja Kedung Gang Buntu [...]

Read More >>

Mbak

By at 20 January, 2011, 05:50

“JANGAN percaya pada novelis,” katanya. “Jangan pernah yakin, bahwa kita tidak bakal dibawanya ke tempat tidur pada suatu hari, telanjang, di antara halaman-halaman buku….” DENGAN gembira dan tertawa-tawa ia mengucapkan kata-kata dari buku yang dia pamer-pamerkan padaku. Buku itu berbahasa Inggris, dan kutipan tadi terjemahan bebas saya atas apa yang diucapkannya. Dalam beberapa hal, aku [...]

Read More >>

Kisah Dua Belas Kisah

By at 8 January, 2011, 04:26

Kau tak pernah tahu pada gerimis ke-15 pada senja yang muram, lelaki kencana yang kausangka menyamar sebagai Raja Ali Haji itu menulis 12 kisah tentang kota-kota dan makhluk-makhluk yan diberkati. Sebagian orang menganggap itu hanya kisah-kisah palsu. Sebagian lain menganggap gurindam dua belas tak bisa dimaknai secara utuh tanpa tahu cerita-cerita yang baru  ditemukan di [...]

Read More >>

Warung Copet-Copet

By at 23 December, 2010, 08:15

Tadi aku bertemu Minah sedang jaga counternya Haji Samsul di Pasar Satelit. Katanya ia kecurian uang, Kak?” sigap Dul mengambil posisi duduk di warung Bi Ano. “Kopinya satu, Tin!”“Alaah paling-paling kelupaan naruhnya,” Jami melepaskan topi koboinya dan menaruhnya di meja. “Topi baru tuh!” Dul melirik topi koboi Jami. “Ooo… tadi Subuh nemu di pasar. Yah [...]

Read More >>

Masjid Penuh Malaikat

By at 9 December, 2010, 04:13

“Ki Ma’un, kenapa pintu masjid belum dibuka?” tanya Jawi ketika menghampiri Ki Ma’un yang hanya nongkrong di depan pagar masjid. “Lha, malah ngendhuk di sini. Kenapa belum dibuka masjidnya, Ki.” Ki Ma’un tengadah. Kedua alisnya melorot membentuk kerut. Sambil membetulkan kopiah dan mengusap kerak ludah di ujung bibir, dia memberikan kunci mesjid kepada Jawi dengan [...]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Read More >>