Erotomania
By kakisemut at 1 September, 2010, 01:32
Mungkin aku memang gila, tetapi aku tahu ia mencintaiku, sebagaimana ia seakan ingin terus melirikku pada setiap pertemuan kami di tempat umum. Mungkin aku yang tak tahu diri, menerobos keramaian, menggapai tangannya, lalu berkata, “Bu, jangan cemas, sebenarnya aku juga mencintaimu.” Lalu sebuah tamparan manis yang kuterima. Lucu, bukan? Sungguh lucu kalau kau ditampar oleh [...]
Read More >>Sebuah Senyum
By kakisemut at 22 August, 2010, 04:38
Setiap berangkat atau pulang bekerja, Syarif pasti melihat lelaki muda itu penuh semangat menyapu jalan. Sapu lidi bertangkai bambu panjang dan seragam kuning-kuning yang mulai kumal selalu jadi pemandangan pada sosok itu. Gerakannya membuang sampah yang kerap menyebarkan bibit penyakit tak pernah berubah. Cepat. Tangkas dan bergairah tinggi. Bila hari Minggu seperti ini, sejak pukul [...]
Read More >>Dilarang Bicara Dengan Orang Penting
By kakisemut at 17 August, 2010, 02:29
Gara-gara dianggap menyemburkan serapahan pada mobil mewah yang nyaris menyerempetnya, Jarot dibetot, lalu digeret ke Polsek yang dulu bangunannya hanya sepetak tanah dan kini telah menjadi penuh romantis, tiga lantai dengan halaman yang bisa menampung dua puluh kendaraan roda empat. Setiap lantainya pun ber-AC. Menyenangkan bekerja di sini, desis Jarot ketika tubuhnya didorong masuk ke [...]
Read More >>Boneka
By kakisemut at 11 August, 2010, 04:29
Hari ketujuh setelah kematian Riri, putriku. Dan, beginilah pekerjaanku setiap petang. Menutup jendela kamar Riri dan menutup pintunya rapat-rapat. Lalu aku menuju beranda. Di luar rumah bulan purnama telah menyembul di langit malam. Baris-baris cahaya samar-samar terpantul di lantai beranda rumah kami. Istriku sedang duduk termenung di kursi teras, sambil memeluk boneka kesayangan Riri. Begitulah [...]
Read More >>Ranggalawe Gugur
By kakisemut at 24 July, 2010, 04:26
Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridlaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu atas debu dan duka maha tuan bertakhta Di atas panggung, beberapa kotak yang disembunyikan begitu saja di balik kain hitam, Ranggalawe gugur. Tujuh bidadari tua mengelilingi tubuhnya yang tegak berdiri—bahkan kematian tak mampu merubuhkannya. Mereka melempari tubuh yang mematung itu dengan bunga. [...]
Read More >>










