Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Technorati button
Myspace button
Delicious button
Digg button
Stumbleupon button

Surat Dari Surga

By kakisemut at 2 March, 2010, 15:06

Sore hampir gelap. Aku membuka pintu pagar rumahku, seraya bernapas lega.  Selalu.  Setibaku di depan rumah, sepulang dari bekerja, rasa letih seketika hilang saat aku berdiri di depan pintu pagar.
Sejenak,  aku biasanya melihat sekeliling sebelum bergegas menutup pintu pagar lalu memasuki rumahku.  Rumah ini baru kutempati sebulan lalu yang aku [...]

Read More >>

Bila Senja Ingin Pulang

By kakisemut at 19 February, 2010, 18:35

Bila senja tiba, perempuan itu melintas di Jalan Casablanca. Lalu dengan hati-hati ia berjingkat menapaki anak tangga jembatan penyeberangan di depan Gedung Sampoerna Strategic Square. Tatapan mata perempuan itu menerawang, seolah mengenang masa-masa kelam. Setelah itu, ia turun kembali menapaki anak tangga jembatan penyeberangan.
Petang ini hujan turun gerimis. Deras hujan telah reda beberapa waktu yang [...]

Read More >>

2010 By. Putu Wijaya

By kakisemut at 5 January, 2010, 05:02

Tak terasa 2010 datang. Semua orang bertanya, apa yang akan terjadi?
”Kalau boleh memilih, lebih baik para koruptor, manipulator tertidur pulas semuanya. Negara kita akan aman. Ketimbang banyaknya para dermawan yang rajin menyumbang bencana alam ataupun kemiskinan, yang akhirnya jadi dagelan, karena semua jatuhnya bukan ke tangan korban yang sebenarnya!” kata seorang tetangga.
Saya manggut-manggut.
”Setuju. Tapi kalau [...]

Read More >>

Rajamuda

By kakisemut at 25 December, 2009, 04:23

1
NAMANYA Ying. Lengkapnya, January Zhang Ying. Lahir awal Januari. Ia keturunan Tionghoa. Tapi ia kerap berkeras bahwa ia itu Indonesia sejati. Bukan karena sok nasionalis, tapi karena ia memang lahir di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, dan makan-minum di Indonesia. Bahkan, semasa di kampus, ia dikenal Indonesia banget.
Ying murah senyum. Ia tak pernah membedakan status [...]

Read More >>

Mawar di Tiang Gantungan

By kakisemut at 31 December, 2008, 23:54

Kuceritakan apa yang kulihat. Tapi kalian mengatakan aku dusta, karena aku buta. Aku memang tak punya mata. Namun berapa kali mesti kukatakan pada kalian, betapa aku bisa melihat langit yang hijau lembut dan halus seperti permukaan agar-agar. Aku bisa melihat pepohonan yang ungu, daun-daunnya yang kemerahan, butiran hujan yang bening keemasan hingga segalanya jadi tampak [...]

Read More >>