Masjid Penuh Malaikat
By kakisemut at 9 December, 2010, 04:13
“Ki Ma’un, kenapa pintu masjid belum dibuka?” tanya Jawi ketika menghampiri Ki Ma’un yang hanya nongkrong di depan pagar masjid. “Lha, malah ngendhuk di sini. Kenapa belum dibuka masjidnya, Ki.” Ki Ma’un tengadah. Kedua alisnya melorot membentuk kerut. Sambil membetulkan kopiah dan mengusap kerak ludah di ujung bibir, dia memberikan kunci mesjid kepada Jawi dengan [...]
Read More >>40 Cerita Kiriman Dajjal
By kakisemut at 10 November, 2010, 06:41
Penjual Daging Aku, sebagai pelanggan setiamu merasa sedikit kecewa. Sudah sebulan ini kau tidak lagi berjualan daging seperti biasanya. Padahal daging yang kau jajakan terkenal murah dan segar. Maka iseng-iseng aku main ke rumahmu. Kata istrimu, sudah genap tiga minggu kau meringkuk di sel tahanan, karena kasus pembunuhan. Kata istrimu juga, kau sudah membunuh beberapa [...]
Read More >>Sebuah Persalinan
By kakisemut at 5 November, 2010, 04:10
Dokter itu melepas sarung tangannya dan menepuk-nepuk pundakku. “Selamat, bayi anda laki-laki, beratnya sekitar tiga kilogram.” “Tiga kilo?” “Ya.” “Seperti tabung gas yang suka meledak itu?” “Tepat.” “Wah…” Aku ternganga. “Kenapa, Pak?” “Apa anak saya juga bisa meledak?” “O, tentu tidak, anak anda hanya pecah.” “Hah?!” “Hehe, saya cuma bercanda, sekali lagi selamat, proses operasi [...]
Read More >>Di Tepi Pintu Neraka
By kakisemut at 23 October, 2010, 10:08
Jelek sekali wajah perempuan ini! Dia tidak pernah mengenal musim bunga usia. Dia hanya tahu masa layu dan keringnya bunga. Air matanya selalu menetes bagai gerimis dan kegembiraannya telah rontok dari hatinya bagai daun kering di ranting yang meranggas. Tak pernah merasakan cinta yang tumbuh segar. Jasmaninya tandus, dingin, dan membeku. Sungguh dia bagaikan sebuah [...]
Read More >>Merdeka
By kakisemut at 20 October, 2010, 03:40
Menjelang pertempuran terakhir yang menentukan, kami semua, para prajurit, bersiap. Mengumpulkan tenaga, mengerahkan jiwa-raga untuk mengakhiri habis-habisan benturan yang sudah berlangsung ratusan tahun ini. Aku duduk di batang pohon kelapa yang mati disambar geledek. Di pangkuanku senjata, sisa-sisa peluru, rasa sakit, dan lelah yang sudah tidak aku pedulikan lagi. Bila subuh pecah dan matahari menyerakkan [...]











