Gerhana Mata – Djenar Maesa Ayu

By at 30 September, 2009, 09:54

Malam selalu memberi ketenangan. Banyak kenangan yang begitu mudah dikais dalam ruang-ruang kegelapan. Kenangan yang memang hanya layak mendekam dalam gelap itu seolah mengacung-ngacungkan telunjuknya meminta waktu untuk diingat setiap kali malam bergulir, di atas pembaringan tanpa kekasih yang tak akan hadir. Banyak orang yang begitu takut pada malam. Pada gelap. Pada sesuatu yang membuat […]

Read More >>

Tuhan, Kini Rumah-Mu Redup

By at 23 September, 2009, 15:10

Tuhan, kini rumah-Mu tak berpenghuni! Tuhan, apakah ini salahku. Tugasku kan hanya merawat rumah-Mu, kemudian kupanggil mereka untuk bersama-sama menghadap-Mu. Tuhan, apakah ini kelalaianku. Sementara mereka hanya membutuhkan-Mu kala keinginan mereka belum tercapai. Tuhan, hanya kepada-Mu lah segalanya kembali, kembali, dan kembali. Amin, amin ya robbal alamien. Sembari mengusap muka dengan kedua telapak tangannya, Pak […]

Read More >>

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga

By at 15 August, 2009, 21:30

Tak pernah terlintas sedikit pun di benakku untuk mengusut kekeliruan penciptaan apalagi sampai menyalahkan Sang Pencipta atas segala yang menimpaku, karena aku yakin, bahwa Ia memang Maha Sempurna. Bahkan ketika Ia menciptakan mahkluk kurang lengkap sekali pun, aku percaya ada kesempurnaan di balik ketidaklengkapan itu. Tuhan tak mungkin lupa menyisipkan kebahagiaan di garis tangan. Semua […]

Read More >>

Kristal-Kristal Kesunyian

By at 5 March, 2009, 16:23

Ya, kesunyian telah lama mengkristal di kota kami. Kesunyian telah memadat, nyaris tanpa celah, tanpa rongga atau sekadar pori-pori. Kesunyian telah menjelma serupa dinding kaca. Bening. Bercahaya. Namun tak teraba. Kami, yang tinggal di dalamnya, hanya bisa melambai-lambaikan tangan sebagai uluk salam bagi sahabat, kawan, dan handai taulan yang selalu datang dan menghilang. Dinding-dinding yang […]

Read More >>

Tabung Cahaya

By at 21 January, 2009, 16:57

”Ibu, anak jantanmu pulang!” Tapi, suaraku berganti bulatan-bulatan udara, seperti gelembung sabun, berkejaran di atas kepalaku. Suhu dalam tubuh seketika berganti. Arus hangat menderas dari jantungku berganti aliran dingin, menyergap tulangku. Tanganku merasakan sesuatu yang licin. Lumut hijau kehitaman yang membungkus cabang manggis yang sedang kugelantungi pecah. Air keruh menyebar. Serpihan lumut melintas di depan […]

Read More >>