Di Tepi Pintu Neraka

By at 23 October, 2010, 10:08

Jelek sekali wajah perempuan ini! Dia tidak pernah mengenal musim bunga usia. Dia hanya tahu masa layu dan keringnya bunga. Air matanya selalu menetes bagai gerimis dan kegembiraannya telah rontok dari hatinya bagai daun kering di ranting yang meranggas. Tak pernah merasakan cinta yang tumbuh segar. Jasmaninya tandus, dingin, dan membeku. Sungguh dia bagaikan sebuah […]

Read More >>

Merdeka

By at 20 October, 2010, 03:40

Menjelang pertempuran terakhir yang menentukan, kami semua, para prajurit, bersiap. Mengumpulkan tenaga, mengerahkan jiwa-raga untuk mengakhiri habis-habisan benturan yang sudah berlangsung ratusan tahun ini. Aku duduk di batang pohon kelapa yang mati disambar geledek. Di pangkuanku senjata, sisa-sisa peluru, rasa sakit, dan lelah yang sudah tidak aku pedulikan lagi. Bila subuh pecah dan matahari menyerakkan […]

Read More >>

Kunang-kunang Dalam Bir

By at 18 October, 2010, 05:50

Di kafe itu, ia meneguk kenangan. Ini gelas bir ketiga, desahnya, seakan itu kenangan terakhir yang bakal direguknya. Hidup, barangkali, memang seperti segelas bir dan kenangan. Sebelum sesap buih terakhir, dan segalanya menjadi getir. Tapi, benarkah ini memang gelas terakhir, jika ia sebenarnya tahu masih bisa ada gelas keempat dan kelima. Itulah yang menggelisahkannya, karena […]

Read More >>

Maaf

By at 17 October, 2010, 05:02

Pada hari raya Idul Fitri muncul tamu yang tak dikenal di rumahku. Aku pura-pura saja akrab, lalu menerimanya dengan ramah tamah. Terjadi percakapan. Mula-mula sangat seret, sebab aku sangat berhati-hati jangan sampai kedokku terbuka. Di samping itu, diam-diam aku berusaha keras untuk membongkar seluruh kenangan. Setiap bongkah aku bolak-balik, mencoba menyibak, siapa kira-kira dia, tetapi […]

Read More >>

Aku, Ikan yang Berenang

By at 26 September, 2010, 10:03

Aku merasa kau menggamit tanganku ketika ombak ketiga menggulung kita. Waktu itu samar-samar kulihat kilau perahu terbalik di arah matahari. Tetapi semuanya sudah jauh sekali dari jangkauan. Karena itu, sudahlah, aku memilih jadi bagian dari laut. Kulepaskan gamitan tanganmu, dan aku meluncur ke dasar serupa terumbu. Kelak jika kau ke laut dan bertemu dengan ikan-ikan […]

Read More >>