Cerpen
Reuni Dua Sejoli
By admin at 31 December, 2009, 09:14
Kau tentu masih ingat Sufyan bukan? Sahabat karibku yang bermata sipit, itu sebabnya ia kerap mengaku anak orang Cina, yang dulu kerap menyampaikan titipan salamku untukmu. Hingga kini mungkin kau tak pernah tahu bahwa sesungguhnya lelaki itulah yang punya ide menyuruhku berpura-pura sakit ketika kau masih menyangsikan keseriusanku mencintaimu. Saat itu ia menempelkan tiga koyo […]
Read More >>Rajamuda
By admin at 25 December, 2009, 04:23
1 NAMANYA Ying. Lengkapnya, January Zhang Ying. Lahir awal Januari. Ia keturunan Tionghoa. Tapi ia kerap berkeras bahwa ia itu Indonesia sejati. Bukan karena sok nasionalis, tapi karena ia memang lahir di Indonesia, tumbuh besar di Indonesia, dan makan-minum di Indonesia. Bahkan, semasa di kampus, ia dikenal Indonesia banget. Ying murah senyum. Ia tak pernah […]
Read More >>Nyonya Efs
By admin at 28 November, 2009, 22:16
Sebelum satu kesedihan terdalam dari semua kesedihan yang panjang itu mengakhiri riwayatnya, perempuan ini telah kecewa hingga ia berputus asa. Menjadikan kediamannya tak pernah menua, bercumbu pada lain rupa dan bertemu di satu masa. Sebelum ia mengerti satu pengertian tentang kematian, kehidupan adalah luka, yang bekasnya tertinggal dalam perburuan, tepat ketika hasrat mencuat bak lecit-lecit […]
Read More >>Tuhan Maja
By admin at 14 November, 2009, 09:01
1. Mak merepet lagi. Dukun kampung itu kembali diseretnya untuk beralibi. Kami memanggilnya ”Wak”. Bersibelakang dengan Mak yang menggelarinya ”Kiai”. ”Padang kelam, Bujang. Berhormatlah pada nasehat Mak-mu ni!” Kami masih diam. Mencari kata-kata yang paling makbul untuk meruntuhkan koar-bingarnya. Oh, Bukankah Mak yang bersikeras menentang Bak menerima tamu-tamu dari kota—yang hendak melunasi kesumat dengan musuh-musuh […]
Read More >>Perginya Sang Pengelana
By admin at 17 October, 2009, 20:38
Lima tahun lalu aku mengira air mataku sudah habis. Gempa dan tsunami Aceh memporak porandakan semuanya. Tidak hanya rumah, harta benda, keluarga dan semua milik lenyap seketika. Aku sebatang kara. Ibu, bapak, kakak, adik, dan seluruh famili dekat telah dipanggil menghadap Ilahi. Tapi, penderitaan ternyata belum berakhir. Air mata ternyata masih ada. Sejak malam, sesaat […]
Read More >>








